Menyongsong Masa Depan Digital: Laporan Utama Sidang Kokurikuler SMP-SMA Islam Cendekia Utama 2026
BEKASI, 5 Maret 2026 – Dunia digital bukan lagi masa depan, melainkan realitas hari ini. Menyadari hal tersebut, Sekolah Islam Cendekia Utama sukses menggelar Sidang Kokurikuler bertema “Inovasi Teknologi Digital dalam Bingkai Karakter Islami”. Perhelatan besar ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai dari tanggal 3 hingga 5 Maret 2026.
Sidang ini menjadi panggung bagi para siswa untuk menunjukkan hasil riset, kreativitas, dan solusi digital yang telah mereka kembangkan selama satu semester terakhir.
Ketertiban dan Kedisiplinan: Sesuai Urutan Kelompok
Pelaksanaan sidang tahun ini berjalan sangat tertib. Panitia telah membagi jadwal presentasi ke dalam urutan kelompok yang ketat selama tiga hari. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap kelompok mendapatkan durasi maksimal dalam memaparkan ide mereka di hadapan dewan penguji.
* Hari Pertama (3 Maret): Fokus pada kelompok dengan sub-tema Literasi Digital dan Media Sosial. Siswa mempresentasikan analisis kritis mengenai penggunaan platform digital yang bijak dan beretika.
* Hari Kedua (4 Maret): Menampilkan kelompok di bidang Creative Digital Design. Ruang sidang dihiasi dengan paparan visual, mulai dari desain grafis, pembuatan konten kreatif, hingga prototipe antarmuka aplikasi.
* Hari Ketiga (5 Maret): Penutup yang spektakuler dari kelompok Teknologi Terapan dan penelitian. Siswa mendemonstrasikan hasil pemrograman sederhana dan solusi berbasis teknologi untuk membantu kegiatan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Sorotan Kelompok Hari Selasa (3 Maret)
Beberapa kelompok dari jenjang SMP menunjukkan performa luar biasa dalam memaparkan proyek digital mereka. Berikut adalah daftar kelompok yang telah sukses menempuh sidang hari ini:
Kelompok 4 (Kelas 9B): Memukau dewan penguji dengan presentasi yang tajam mengenai penelitian dalam penggunaan teknologi digital
Kelompok 5 (Kelas 8B): Menampilkan kreativitas digital yang segar dan relevan dengan tren masa kini.
Kelompok 4 (Kelas 9A): Menunjukkan kedalaman riset dan data dalam mempertahankan argumen digital mereka.
Kelompok 3 (Kelas 7C): Meski berasal dari jenjang kelas 7, mereka tampil percaya diri memaparkan dasar-dasar etika digital di hadapan penguji.
“Kami sangat bangga melihat keberanian siswa, terutama kelompok-kelompok yang tampil di hari pertama ini. Mereka menunjukkan bahwa teknologi digital jika digabungkan dengan adab dan riset yang kuat akan menghasilkan karya yang luar biasa,” ujar salah satu koordinator kurikulum.
Integrasi Teknologi dan Nilai Islami
Tema teknologi digital dipilih bukan tanpa alasan. Di Sekolah Islam Cendekia Utama, teknologi dipandang sebagai alat (wasilah) untuk menyebarkan kebaikan.
“Kami ingin siswa tidak hanya mahir mengoperasikan perangkat digital, tetapi juga memiliki integritas untuk menggunakannya demi kemaslahatan umat. Sidang ini membuktikan bahwa anak didik kami mampu berpikir kritis dan inovatif,” ujar salah satu perwakilan Dewan Penguji.
Uji Mental dan Komunikasi
Melalui urutan kelompok yang telah dibagikan, setiap siswa belajar tentang manajemen waktu dan kesiapan mental. Berdiri di depan penguji untuk mempertahankan argumen tentang proyek digital mereka melatih keberanian (Syaja’ah) dan kejujuran dalam menyampaikan data.
Kegiatan yang berakhir pada sore hari tanggal 5 Maret ini ditutup dengan sesi refleksi bersama. Harapannya, karya-karya digital yang dipresentasikan tidak berhenti di ruang sidang, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi manfaat nyata di dunia luar.
ASSHIELA AURORA HUDA 7A
